Senoprabowo’s Weblog

Wilujeng Sumping ka Blog AgroSeno

1.000° Celsius

Posted by Seno Prabowo pada Januari 21, 2008

Kalau kita sudah bicara akan kemampuan mobil F1, tentu di dalam benak kita sudah mengetahui bahwa F1 adalah te-o-pe-nya mobil, yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi dalam tempo sesingkat-singkat, melibas tikungan maupun jalur lurus.Di balik itu, ternyata tidak sekedar menjadi tercepat yang menjadi kunci sukses di ajang kompetisi F1. Ketahanan mobil-lah yang menjadi faktor nomor 1-nya. Tanpa ketahanan, secepat apapun mobilnya, mobil tidak akan pernah melihat bendera catur.

Disini kita akan melihat angka-2 yang disajikan ketika masalah ketahanan dan kehandalan seluruh material yang menjadi komponen sebuah mobil F1 adalah hal terpenting.

Sesuai dengan regulasi dari FIA, maka semua insinyur pembuat material akan mendesain komponen pada batas akhir kemampuan material tersebut dapat bertahan, yang mana faktor keselamatan pembalap tetap harus terjaga. Bagi tim itu sendiri, umur komponen menjadi penting karena ada alasan finansial. Semakin awet komponen tersebut semakin murah biaya yang harus dikeluarkan apabila dilakukan penggantian.

Mari kita simak apa yang terjadi pada material komponen, sebagai contoh mobil sedang melaju pada kecepatan 300kpj menuju tikungan Copse Corner (sirkuit Silverstone, Inggris). Mesin F1 akan seperti sebuah gunung yang akan meletus. Pada RPM 19.000, piston telah menempuh jarak 25 meter dalam satu detik (setara dengan 90kpj), 550 liter udara dihisap, hampir 150.000 data pada bagian mesin dan mobil diproses.

Mencapai titik pengereman, sistem rem bekerja dan seketika, hanya dalam 1 detik, suhu cakram rem melonjak mendekati 1.000° Celsius. Meskipun diterpa getaran, transmisi gir harus dapat berpindah dengan baik. Rata-rata terjadi perpindahan gigi sebanyak 2.600 kali setiap balapan. Pada sirkuit tertentu seperti Monaco, bahkan perpindahan gigi dapat mencapai 3.100 kali.

Sesungguhnya, seluruh bagian mobil bekerja pada batas akhir, dan setiap bagiannya diterpa tekanan yang ekstrim, dan bagi pembalap, mereka harus percaya bahwa semua bagian tersebut dapat menerima beban-beban tersebut.

Materi berteknologi tinggi yang mahal seperti karbon, magnesium atau titanium adalah alasan dibalik mengapa angka-angka di atas dapat dicapai sebuah mobil F1. Hampir 60% materi yang dipakai adalah terbuat dari materi komposit serat karbon. Ketiga material mempunyai keuntungan dari segi bobot yang sangat ringan dan juga sangat tahan banting. Biarpun demikian, agenda perawatan komponen selalu ada di setiap usai balapan.

Semua komponen diperiksa, dan umumnya banyak yang sudah menjadi kadaluarsa. Piranti kopling misalnya, harus diganti untuk setiap balapan, tidak-bisa tidak. Ketika start saja, kopling tidak tertutup sepenuhnya untuk mencegah roda berputar liar. Hanya dalam hitungan per sepuluh detik, temperatur sudah naik menjadi 1.000° Celcius, dan cakram kopling serat karbon mulai berpendar. Rumah transmisi yang terbuat dari titanium mungkin cukup kuat bertahan untuk dipakai selama 1 musim, akan tetapi gir-gir dan laker di dalamnya harus diganti setiap 1 kali balapan.

Mesin F1 sendiri terdiri dari 5.000 komponen individu, dan sedikitnya pasti diganti sesudah minggu balapan. FIA (singkatan yang benar: Fédération Internationale de l’Automobile) dengan mengatasnamakan keuangan, mengubah regulasi mulai musim 2004 ini bahwa setiap mobil hanya boleh menggunakan satu mesin selama minggu GP. Jadi, mesin tidak hanya berfungsi saat balapan saja, tapi juga dipakai ketika babak latihan dan kualifikasi. Dua kali lipat jarak tempuh dibandingkan musim-2 balap lalu.

Bahkan ada yang namanya mesin kualifikasi, sebuah mesin yang dirancang hanya untuk satu tujuan, memenangkan posisi pole. Semua orang tahu bahwa mesin ini tidak akan bertahan bila dipakai balapan di hari minggu. Tren tahan lama menjadikan jangka waktu untuk perawatan juga menjadi lebih panjang.

Di ajang F1, peredam kejut, cakram rem dan juga sistem pembuangan termasuk pipa knalpot, temperatur pipa mencapai 950° Celsius, harus rutin diganti selesai balapan.

Bagian dasar mobil harus diproduksi ulang dan pengecatan ulang pada chassis harus dilakukan setiap balapan baru. Baju pembalap-pun juga tidak luput dari penggantian. Sebagai salah satu bagian terpenting untuk keselamatan pembalap, diperlukan sekitar 12 baju pembalap dalam 1 musim balap.

Elektronik juga sangat sensitif. Kebanyakan dari sensor yang mengumpulkan data untuk telemetri tidak tahan terhadap panas dan getaran lebih lama untuk 1 kali balapan. Sejalan dengan kemajuan teknologi, bandingkan dengan masa balapan di tahun 90’an.. Kita akan cukup sering melihat kegagalan akibat elektronis ketimbang masa kini. Komponen elektronik di dalam setir kemudi sedikit lebih terlindungi, sehingga pusat kontrol multi-fungsi di dalam kokpit dapat dipakai sedikitnya 2 – 5 kali balapan. Lebih dari itu, sudah aus dan tidak dapat dipakai kembali sehingga perlu diganti.

Radiator mesin biasanya diganti setiap selesai 2 kali balapan. Pelek ban yang terbuat dari magnesium berbobot ringan, sudah harus diganti setiap 5 kali balapan. Masa hidup pelek rata-rata 3.000km. Bandingkan dengan ban. Ban adalah bagian yang paling cepat aus, sekitar 100km harus terjadi penggantian untuk yang bertipe kompon medium, 150km untuk tipe kompon keras, dan hanya 50km untuk tipe kompon lunak.

Per suspensi, sebaliknya, mampu bertahan lebih lama, setidaknya dapat dipakai selama 1 musim. Gaya balap pembalap juga menentukan kapan sayap depan dan belakang harus diganti. Tentunya, bagian-2 ini harus diganti secepatnya kalau terjadi kerusakan.

Dari semua bagian mobil F1, hanya satu komponen yang sejatinya tidak bakal aus atau hancur, yaitu monokok serat karbon. Bagian yang melindungi kaki dan tubuh pembalap. Kekuatan bagian ini setara dengan intan (nilai 7), dikarenakan proses pembuatannya sama seperti dengan proses pembuatan intan buatan, yang melalui tahap pemanasan dan tekanan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: